Pasien diabetes yang menjalankan puasa berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) atau hiperglikemia (gula darah tinggi). Karena itu, agar tetap sehat, pasien diabetes wajib mengontrol gula darah mereka.

Pasien diabetes yang menjalankan puasa berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) atau hiperglikemia (gula darah tinggi). Karena itu, agar tetap sehat, pasien diabetes wajib mengontrol gula darah mereka.

"Untuk menghindari komplikasi diabetes gula darah terlalu tinggi atau rendah saat puasa, wajib melakukan pengecekan gula darah sendiri,"  kata Dr dr Em Yunir, SpPD-KEMD.

Dr Yunir mengatakan pengecekan gula darah dapat dilakukan sendiri di rumah secara rutin. Sementara, untuk waktu pemeriksaan bisa dimulai dari bangun tidur sebelum sahur, saat tengah hari, sore hari dua jam sebelum berbuka dan setelah makan malam.

BACA JUGA : 4 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Bulan Puasa

Jika gula darah tinggi, Dr Yunir menyarankan pasien diabetes untuk segera minum obat. Sedangkan jadwal minum obat yang berubah bisa menjadi salah satu faktor penyebab hipoglikemia pada pasien diabetes hingga menyebabkan hilangnya kesadaran atau pingsan.

Seseorang dikatakan hipoglikemia saat gula darah rendah yaitu dibawah 70 mg/dL. Sedangkan hiperglikemia ketika gula darah lebih dari 200 mg/dL.

"Pokoknya kalau sudah gemetaran, keringat dingin, pusing, lemas, harus cek gulanya. Kalau di bawah 60mg/dL wajib buka, nggak boleh nggak karena bisa fatal pasien diabetesnya, bisa koma," tandasnya.

Dilansir Dari : Sindonews.com
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: